Iklan

Iklan

,

Iklan

FORDES MATAPPA Hadirkan Model Baru Pembangunan Partisipatif di Lingkar Tambang

20 Jul 2026, 16:22 WIB Last Updated 2026-07-20T08:22:30Z

 


SUMBERINFO.ID, LUWU – Kehadiran Forum Desa (FORDES) MATAPPA membawa pendekatan baru dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan PT Masmindo Dwi Area (MDA). Forum ini tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga mekanisme bersama untuk memastikan setiap masukan masyarakat dapat dikawal hingga menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi desa.


Komitmen tersebut diperkuat melalui pengukuhan pengurus FORDES MATAPPA yang dirangkaikan dengan penyematan rompi secara simbolis pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran FORDES MATAPPA yang sebelumnya digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Luwu sebagai simbol sinergi antara Pemerintah Kabupaten Luwu, masyarakat, dan PT Masmindo Dwi Area dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif.


Sekretaris Desa Senga Selatan, Ayyub, mengatakan keberadaan FORDES memberikan kepastian bahwa masyarakat kini memiliki jalur komunikasi yang jelas dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, forum tersebut juga membantu pemerintah desa menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.


“Selama ini pemerintah desa membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan semua pihak dalam satu meja. FORDES MATAPPA menjawab kebutuhan itu. Aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai usulan, tetapi bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi secara kolaboratif,” ujarnya.


Pandangan serupa disampaikan Ketua FORDES Desa Sampeang, Akmal. Ia menilai FORDES telah mengubah pola partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Warga kini tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam proses perencanaan melalui dialog yang terbuka dan berkelanjutan.


“FORDES bukan sekadar organisasi desa, tetapi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah dan perusahaan. Kami ingin memastikan setiap suara masyarakat memiliki ruang untuk didengar sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan warga,” kata Akmal.


Ia menambahkan, penguatan FORDES juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar desa di wilayah operasional MDA. Melalui forum ini, berbagai pengalaman, praktik baik, hingga solusi atas persoalan desa dapat saling dibagikan sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong.


Sementara itu, Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, menegaskan bahwa filosofi utama Program Jaga Desa adalah mendengarkan masyarakat sebelum merancang dan menjalankan program pemberdayaan.


“Kami percaya program yang paling baik bukanlah program yang datang dari perusahaan, melainkan program yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat itu sendiri. Karena itu kami memulai dengan mendengar,” ujar Erlangga.


Ia menjelaskan, sejumlah program yang kini berjalan lahir dari proses dialog yang dibangun bersama masyarakat melalui FORDES MATAPPA. Program-program tersebut antara lain pengembangan kapasitas generasi muda melalui Akademi MATAPPA, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (DESTANA), hingga penguatan stabilitas desa melalui komunikasi yang intensif antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan.


Menurut Erlangga, pendekatan berbasis dialog tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang saling percaya sekaligus memastikan program pemberdayaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


Bagi pemerintah desa maupun para pengurus FORDES, kolaborasi yang terus diperkuat ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan komunikasi yang terbuka serta aspirasi masyarakat yang terus dikawal, FORDES MATAPPA diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai program yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga memperkuat kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (*)

Iklan