Sekretaris Fordes Desa Balla, Nur Anisah, bersama Tim Fordes, Eka Sulastri selaku bendahara, Hidayat, dan Muhammad Natsir, turun langsung membagikan masker kepada warga. Menurut Nur Anisah, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Fordes terhadap kondisi masyarakat di tengah berlangsungnya aktivitas mobilisasi.
“Kami melihat masyarakat memang membutuhkan perhatian, terutama di titik-titik yang terdampak debu. Karena itu, kami berinisiatif membagikan masker dan mencari solusi agar dampaknya bisa dikurangi,” ujarnya, saat ditemui di lapangan, Rabu, (26/08).
Selain pembagian masker, penyiraman jalan juga dilakukan di sejumlah wilayah Desa Balla dan di beberapa kawasan desa lingkar tambang lainnya yang terdampak mobilisasi. Penyiraman ini ditujukan untuk membantu mengendalikan debu di jalan yang dilalui kendaraan dan alat berat, sehingga paparan debu kepada masyarakat dapat diminimalkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama Fordes Matappa, Pemerintah Desa, dan PT Masmindo Dwi Area dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama aktivitas mobilisasi berlangsung.
Di tingkat desa, upaya pengendalian debu juga diperkuat melalui kehadiran Kader Jaga Lingkungan (KJL). Para kader melakukan penyiraman secara mandiri pada sejumlah spot yang membutuhkan perhatian ekstra. Kehadiran para kader menjadi langkah praktis yang memungkinkan respons lebih cepat terhadap kondisi di lapangan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat, pembagian masker dan penyiraman jalan tersebut mendapat apresiasi karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Warga menilai perhatian yang diberikan Fordes menunjukkan kedekatan lembaga tersebut dengan masyarakat, terutama dalam merespons kondisi yang muncul akibat aktivitas perusahaan. Upaya ini juga dipandang sebagai bentuk kepedulian yang tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Masyarakat Desa Balla pada prinsipnya memahami bahwa aktivitas mobilisasi merupakan bagian dari tahapan kegiatan perusahaan. Kondisi debu yang muncul dinilai sebagai konsekuensi sementara dari aktivitas tersebut, selama dilakukan dengan upaya pengendalian yang memadai. Karena itu, masyarakat memilih untuk mendukung kelancaran mobilisasi sembari mendorong agar langkah-langkah mitigasi seperti penyiraman jalan dan penggunaan masker terus dilakukan pada wilayah yang membutuhkan.
“Kalau ada aktivitas perusahaan, kami memahami pasti ada proses yang harus berjalan. Yang penting masyarakat tetap diperhatikan dan dampak yang muncul bisa dikelola. Kami mengapresiasi Fordes yang mau turun langsung bersama warga dan mencari solusi,” ungkap salah seorang warga Desa Balla.
Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya kesadaran masyarakat bahwa keberadaan perusahaan diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar ketika operasional berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi desa-desa di sekitarnya.
Inisiatif Fordes Matappa Desa Balla bersama Pemerintah Desa yang didukung PT Masmindo Dwi Area pada akhirnya memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam merespons kebutuhan masyarakat. Pembagian masker, penyiraman jalan, hingga keterlibatan Kader Jaga Lingkungan menjadi rangkaian langkah mitigasi untuk mengurangi paparan debu sekaligus menjaga kenyamanan warga.
Di tengah aktivitas mobilisasi yang masih berlangsung, kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan aktivitas perusahaan tetap berjalan, sementara kepentingan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi perhatian. (*)
